Who Am I ?

August 16th, 2008 by ablehvansolo

WHO AM I ?

( Refleksi HUT
Kemerdekaan RI ke 63 )

Judul tulisan diatas,
aku ambil dari judul film yang dibintangi oleh Jackie Chan. Aktor
laga yang menjunjung nilai orisinilitas dan professionalisme. Dia
tidak pernah menggunakan stuntman dalam setiap aksinya. Dalam
film ini, Dia berperan sebagai seorang tentara bayaran yang
ditugaskan di belantara Afrika dan mengalami kecelakaan menyebabkan
dia mengalami amnesia. Dia lupa segalanya seperti : nama, asal,
pekerjaan dan keluarganya. Dia terusa mencari tahu siapa dirinya
sebenarnya , yang diingatnya hanya potongan-potongan kejadian yang
tidak saling berhubungan. Dia berjuang yang akhirnya menyadari siapa
dirinya. Akhirnya, Dia dapat mengalahkan musuh-musuhnya Akhir cerita
yang klise dari film Asia termasuk juga Film Indonesia.

. Beberapa hari yang
lalu, Aku baru saja menyelesaikan membaca Novel LASKAR PELANGI. Novel
ini menjadi buah bibir bagi setiap orang setelah Film AYAT-AYAT CINTA
selesai diputar. Kehebohan ini menggelitik rasa ingin tahu yang
berada di pusat otakku namun aku malas harus membeli karena
bestseller sehingga harganya yang terlanjur mahal.
Pucuk Dicinta Ulam Tiba, ada seorang mahasiswi yang baik hati
meminjami Novel LASKAR PELANGI. Aku baca Novel itu . Isinya ternyata
luarbiasa. Kisah perjuangan sepuluh anak yang luarbiasa dalam
pencarian identitas diri.

Antara Jackie Chan
dengan LASKAR PELANGI tidak hubungan sama sekali. Jackie Chan itu
bintang flm Hongkong. Film “Who Am I “ mengambil setting
di Afrika. Skenario ceritanya bagus dan didukung penggarapan film
yang sangat professional sehingga film yang dihasilkan bagus. Efek
yang didapatkan yaitu “BOX OFFICE”. Dua kata yang menjadi
mantera sakti bagi sutradara dan produsernya karena jaminan balik
modal dan keuntungan secara materi.   Sedangkan, LASKAR PELANGI
adalah cerita asli dari P Belitong ( wilayah Indonesia juga ya ? ).
LASKAR PELANGI mengambil setting di P Belitong. Pulau yang kaya akan
timah tetapi penduduknya miskin di tengah-tengah “Istana
Bergantung” PN Timah. Tokohnya cuma segerombolan anak ingusan yang
miskin dan dekil namun mempunyai keberanian bermimpi untuk masa
depannya. Segerombolan anak petualang hebat dengan karakter yang kuat
dan telah mengetahui siapa dirinya dan mau jadi apa di tengah-tengah
kesulitan hidup yang mendera.

Benang Merah diantara
keduanya yaitu JATIDIRI. Film “WHO AM I” menceritakan
perjuangan seorang penderita Amnesia. LASKAR PELANGI menceritakan
perjalanan hidup sekelompok anak yang mencari jatidirinya dan
menentukan pilihan hidup di masa depan. JATIDIRI adalah kata yang
suci dan sakral. Alangkah menderitanya bagi manusia yang kehilangan
jatidirinya atau tak punya jatidiri. Dia akan selalu menjadi jajahan
bagi orang lain. Ketakutan, minder dan kebimbangan selalu
menghinggapinya. Dia akan menjadi sangat tidak percaya diri dan
menjadi beban bagi orang lain. Seperti nenek moyang kita yang
terjajah ratusan membawa dampak psikologis sangat besar. Kita menjadi
bangsa inferior, pengekor dan tidak berani tampil beda. Negeri
Belanda luas wilayah hanya seujung kuku Pulau Jawa telah menjajah
Negeri Zamrud Khatulistiwa ratusan tahun lamanya. Karena mereka
mempunyai jatidiri sehingga secara meyakinkan dan percaya diri mampu
menjajah kita secara mutlak. Kita sering kalah sebelum berperang
karena ketakutan terhadap kemampuan diri sendiri, merasa sudah cukup
makmur meskipun menjadi pengkhianat bangsa karena menjadi
antek-anteknya.

Umar
Kayam berhasil menggambarkan betapa inferior-nya bangsa kita
terhadap bangsa lain dalam Novelnya yang berjudul “ PARA
PRIYAYI-PRIYAYI” dengan sangat sempurna. Kelas menengah ( baca :
para priyayi ) bangsa Indonesia sebelum era 1945 merasa nyaman
dan cukup menjadi masyarakat kelas tiga ( Setelah Belanda, China dan
Pribumi ) di tumpah darah dan tanah airnya sendiri. ( seperti menjadi
pembantu di rumah sendiri :pen )  . Mereka sudah cukup menjadi
pangreh praja bangsa penjajahnya  Mereka sudah nyaman dan
tidak perlu melakukan perlawanan kepada sang pendatang yang kurang
ajar ( Penjajah : pen). Bahkan mereka sangat bangga dengan
kedudukannya. Mereka menyebut dirinya : PRIYAYI. Apabila kita sadar
hal ini maka tidak heran jika BUDI UTOMO tidak berkembang sebagai
motor kemerdekaan. BUDI UTOMO menjadi inspirator bukan menjadi tokoh
utama dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena BUDI
UTOMO didirikan oleh pegawai-pegawai yang digaji Belanda maka secara
psikologis ada keterikatan dengan sang majikan. Perjuangan kemedekaan
akhirnya dimotori organisasi yang anggotanya tidak ada hubungan imbal
balik dengan Belanda serta cenderung bebas atau bahkan radikal.
Organisasi ini seperti SDI, PNI, INDISCHE PARTIJ dsb. Orang-orang
yang menjadi motor Organisasi diatas cenderung lebih bebas dan
mempunyai karakter  dan jatidiri yang kuat misal : H. Samanhudi, Agus
Salim, Syafruddin Prawiranegara, Soekarno, Drs Moh Hatta, Mr Moeh
Jamin, Sutan Syahrir dan Tan Malaka. Mereka sangat kuat karakter dan
jatidirnya sehingga tak jarang penjara menjadi konsekuensinya. Mereka
berani menderita demi cita-cita dan idealisme.

Kembali
lagi ke LASKAR PELANGI, ditulis oleh ANDREA HIRATA berdasarkan kisah
nyata perjalanan hidupnya. Namanya di dalam novel adalah Ikal sebagai
anggota LASKAR PELANGI. Ikal diceritakan menuntut ilmu di sekolah
Muhammadiyah yang sangat miskin. Sekolah ini sangat tertinggal jauh
daripada dengan sekolah lain. Sekolah ini sudah jauh sekali
kualitasnya dengan sekolah dasar negeri yang dibiayai pemerintah
apalagi dengan sekolah yang dimiliki oleh PN TIMAH yang mirip Sekolah
Elite yang menjamur di Kota-kota Besar saat ini, seperti Bumi dan
Langit. Sekolah tersebut dihuni hanya oleh segelintir manusia tak
lebih dari hitungan jari. Segerombolan Murid sekolah itu yang
legendaris disebut dengan LASKAR PELANGI. LASKAR PELANGI ini
beranggotakan sepuluh siswa miskin ( Ikal, Mahar, Syahdan, Samson,
Trappani, A Kiong, Kucai, Lintang, Sahara dan Harun ).    

Andrea
Hirata menceritakan masing-masing tokoh dengan lugas. Tokoh-tokohnya
mempunyai karakter dan impian masing-masing. Seperti tokoh si Samson
yang sangat terobsesi akan tubuh macho, Kucai yang berbakat menjadi
politkus, A Kiong yang berdarah seorang saudagar. Mahar yang
terobsesi dengan citarasa seni yang tinggi. Bahkan, Tokoh Lintang
yang meskipun merelakan untuk berhenti sekolah karena masalah ekonomi
berani untuk bermimpi menjadi seorang ilmuwan. Lintang inilah yang
memberi energi keberanian kepada sesama anggota laskar pelangi untuk
bermimpi. Syahdan yang bermimpi menjadi penyanyi akhirnya menjadi
programmer handal di masa tuanya.. Apabila jika kita bermimpi besar
maka meskipun agak jauh meleset tetapi kita akan tetap besar ( dengan
catatan usaha yang keras).

LASKAR
PELANGI adalah contoh kecil saja dari pencarian jatidiri. Kita akan
menjadi apa yang kita pikirkan. Maka berhati-hatilah dengan impian.
Impian boleh jadi adalah mantera sakti dan jatidiri kita di masa
depan kita. Suatu saat, Aku mengobrol dengan sahabatku ketika itu
masih anak SD. Sahabatku mengatakan ingin menjadi mafia karena
terobsesi dengan film mafia dan lingkungan rumahnya yang memang
dipenuhi dengan penyakit masyarakat. Lingkungan yang dipenuhi dengan
preman, peminum dan pemabuk yang pemalas. Maka, aku bertemu dengan
sahabatku ketika kami sudah beranjak dewasa. Aku lihat dia menjadi
seorang yang tak jauh dari impiannya, mata yang memerah, telinga yang
ditindik dan teman-temannya yang preman. Meskipun dia tidak menjadi
mafia . Paling tidak dia menjadi seorang yang layaknya seorang dengan
sebutan “preman”. Kenyataan sekarang memang tak jauh beda dengan
obsesi masa kecil meskipun masih dalam keadaan yang sama. 

IMPIAN

Ketika
kita masih di bangku TK. Guru kita bertanya : “ Anak-anak ingin
menjadi apa kalau sudah besar?”. Serentak kita akan menjawab : “
Dokter, Insinyur, Tentara “. Jawaban yang paling populer di
kalangan anak-anak saat itu. Era dimana Orde Baru berkuasa . Mereka
jarang yang menjawab ingin menjadi pengusaha, seniman atau ilmuwan
bahkan tak ada yang menjawab menjadi diri sendiri. Pola pikir mereka
terkungkung ketiga bidang pekerjaan ini. Para guru pun puas dengan
jawaban ini jika cita-cita si anak terkabul maka gengsi sekolah
tersebut juga ikut naik apalagi ada yang sampai jadi jendral, kepala
RS maupun pimpro proyek pembuatan jembatan atau pegawai perusahaan
minyak yang levelnya world class. Ini tidak salah karena
kesuksesan sebuah sekolah ada tiga indikatornya yaitu fasilitas
sekolah yang lengkap, kegiatan ekstrakulikuler dengan anggaran yang
besar dan mengangkat nama besar sekolah dan alumni yang sukses
terutama yang berhasil di tiga bidang diatas. Setidaknya ini menurut
andrea hirata dalam LASKAR PELANGI.

Prof
Warkitri, dosenku di FKIP UNS menyatakan bahwa usia emas seorang anak
ketika mereka berumur 0-5 tahun. Memori masa kecil itu akan terulang
di masa remaja menjelang dewasa. Apabila di usia emas si anak menjadi
pemarah maka di usia remaja akan tumbuh menjadi pemarah. seorang anak
yang periang maka akan tumbuh menjadi seoang humoris. Anak kecil yang
sering diintimidasi maka di usia remja akan tumbuh menjadi manusia
yang tidak percaya diri atau menjadi manusia impulsive dan selalu
berusaha mengintimidasi orang lain. Bocah yang suka berkuasa maka di
usia remajanya akan tumbuh menjadi manusia mental penjajah. Demikian
pula dengan cita-cita mereka, anak-anak akan menjadi apa yang mereka
cita-citakan. Jika tidak kesampaian cita-citanya maka paling tidak
akan menjadi obsesinya mereka. Obsesi yang kadang menyembul diantara
perilaku keseharian mereka.

Demikian
hebat pengaruh usia emas ( GOLDEN AGE ) kata bu dosenku.
Memang benar, banyaknya pengangguran boleh jadi karena masa kecil
kita dijejali dogma bahwa cita-cita mulia adalah menjadi Dokter,
Insinyur atau Tentara. Banyak sekali manusia berprofesi insinyur di
sekitar kita meskipun pembangunan Indonesia sedang macet. Mereka
berambisi menjadi bagian dari institusi Negara maupun swasta untuk
menunjukka eksistensi mereka. Di tengah-tengah kelesuan ekonomi,
mereka tetap menginginkan pekerjaan itu terutama asing. Kita (
mungkin saya juga ) akan rela menjadi bagian kecil dari perusahaan
yang keuntungannya akan mengalir ke luar negeri. Atas nama
profesionalitas, Mereka dan aku sendiri tetap menginginkan itu
( pegawai perusahaan asing dan PNS ) tanpa melirik alternatif lain (
mis : wirausaha, pengusha kecil dsb). Akibatnya,, Aku dan
kawan-kawanku sering menjadi korban ketika perusahaan itu lari
lintang-pukang dari negeriku setelah mengeruk kekayaan negeri dengan
alasan iklim investasi yang tidak kondusif ( alasan yang mungkin
benar dan mungkin rekayasa). Akhirnya, kami menjadi barisan prajurit
kalah perang. Kita tidak pernah melirik alternatif karena dalam otak
kita terpatri sejak kecil bahwa menjadi ekor ikan paus lebih mulia
daripada  menjadi kepala ikan lele
. Itulah dampak besar dari
GOLDEN AGE kita.

Kita
ambil contoh misalnya : Insinyur. Insinyur itu a dianggap pula
sebagai avant garde pembangunan karena di tangan
mereka pembangunan fisik berkembang pesat di negeri ini. Mungkin aku
juga salah satu bagian mereka karena kebetulan lulus dari FT
meskipuin tidak memakai gelar ir lagi. Tetapi, aku
bukanlah avant garde. Aku memilih jalan lain. Seorang
Insinyur terutama yang berasal dari jurusan teknologi industri (
teknik kimia, teknik industri, teknik informatika dsb) akan sangat
berharap jika dapat diterima di perusahaan asing atau minimal BUMN.
Sayangnya, aku tidak pernah mencoba mendaftar kesana. Aku mempunyai
keinginan untuk menggali sesuatu di sekitar kita, maka aku bertahan
dengan pilihanku yaitu mencoba kemampuan wirausaha dengan sahabatku
(
www.ammaduq01.wordpress.com)
sembari memberi peluang kepada teman-temanku mendapat uang tambahan
untuk jajan mereka. Namun, aku juga masih menjadi pegawai kecil di
sebuah institusi besar di kotaku. Jadi, aku mengalami dua dunia dalam
satu episode kehidupanku yaitu : ”menjadi kepala lele” dan ”
menjadi ekor hiu ”
dalam waktu bersamaan.

Hidup
memang sebuah pilihan. Semua pilihan tidak ada yang salah apabila
kita bertanggung jawab dengan pilihan kita. Menjadi sesuatu yang
buruk sekalipun, itu titik ekstrimnya. Tentu saja pilihan buruk bukan
pilihan yang bijak. Aku hanya iingin menggambarkan begitu pentingnya
jatidiri Hidup kita menjadi lebih bermakna ketika jatidiri sudah
ditemukan. Jatidiri bagaikan harta karun yang terpendam jauh di bawah
tanah. Jika sudah ditemukan maka kita tidak membutuhkan sesuatu yang
lain lagi. Sperti dalam film ”National Treasure”.
Pencarian harta karun yang sangat besar nilainya. Apabila kita telah
menemukannya maka kita akan merasa cukup sampai tujuh turunan lagi.
Begitu juga dengan dengan jatidiri maka jika telah ditemukan maka
diriku tidak membutuhkan sesuatu yang lain di dunia ini. Aku akan
merasa cukup dan tugasku hanya  mempertahankan dan meningkatkannnya.
Ketika orang lain bertanya ”Who are you? maka akan kujawab
Yes, I am. Aku takkan menanyakan lagi”Who Am I ?”. Aku
adalah siapapun. Aku adalah guru, dosen, pengusaha , pejuang, pejabat
ataupun penjahat serta binatang jalang dan siapapun aku. Aku adalah
aku.

Soekarno
pernah berkata: ” mana dadamu , ini dadaku”. Itu adalah
ungkapan percaya diri dari sebuah bangsa. Bangsa yang berdaulat atas
dirinya baik secara implisit maupun eksplisit. Ketika kita merdeka
maka bermakna kemerdekaan sesungguhnya bukan pemberian atau belas
kasihan. Kemerdekaan adalah paduan Barokah dari ALLAH SWT melalui
kesempatan yang diberikannya (vacuum of power) dengan
perjuangan dengan tetesan darah dan keringat.

Pertanyaannya
adalah : ”Are we a sovereign country?”. Jawabannya dapat
diketahui dari rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia apakah sudah yakin
dengan dirinya sendiri  atau menjadi bebek saja dan korban mode
bangsa lain. Atas nama Globalisasi dan Modernisasi. Kita mempunyai
role model dari kemandirian yaitu Bung Karno dan Bung Hatta.
Mereka berdua adalah pembangun fondasi kemandirian. Siapa yang tak
kenal Soekarno yang berani mengatakan ”Go to Hell America”.
Aplagi Hatta yang anti kapitalis yang sosialis namun bukan komunis.
Beliau peletak dasar Koperasi yang merupakan solusi tepat diantara
kapitalis yang serakah dan sosialis yang kaku. Kita mungkin dapat
dengan bangga bahwa ekonomi kerakyatan berasal dari Indonesia dan
Hatta-lah peletak fondasi tersebut. Kita sudah memiliki icon
dan mereka sudah meletakkannya tapi mengapa? Kita meninggalkan
mereka.

Wallahu a’lam bi showwab

Dirgahayu Negeriku

Semoga
Ibu Pertiwi Tak Menangis Meratapi Negeri 

 

MENUNTUT ILMU

July 1st, 2008 by ablehvansolo

DIK…!! IZINKAN
AKU MENGARUNGI SAMUDERA ILMU , BOLEH YA..???

 

 Beberapa
hari yang lalu, Aku diskusi dengan sahabatku. Dia mengatakan kepadaku begini: “
Mas Zaki! Teman-temanku itu sudah banyak yang S2, Lha aku sendiri belum,besok
kalau udah lulus aku mau sekolah S2 juga”. Subhanallah,, anak ini  berhentinya sekolahnya sampai kapan Aku tahu beliau yang satu ini memang
semangatnya dalam tholabul ‘ilmi besar sekali. Beliau bahkan menempatkan
sekolah di prioritas pertama sebelum yang lainnya. Kalau ditanya soal nikah
pasti jawabnya : “ Jodoh saya sudah ada di lauhul mahfudz”. Wuih!!! Jawaban
yang diplomatis dan cantik sekali. Semangat belajar yang tinggi dan kegemaran
membaca yang di luar nalar sehatku (
nalarku yang pemalas hehehehe……!!!!!!!!!!!). Sahabat ini senang sekali menyambung tali
persaudaraan dengan hadiah buku. Umumnya manusia, milih aktivitas yang bersifat
hura-hura (mis : nonton, makan, jalan-jalan) atau ngasih sesuatu yang lain aja..
Karena kita sering membuat dikotomi belajar dan bermain.

 Seorang
anak manusia dalam menyikapi pendidikan paska lulus SMU sangat beragam. Karena
saat itulah titik persimpangan seorang remaja menuju masa depan. Karena pendidikan
bukan sebuah kewajiban atau paksaan lagi ( menurutku, catet !!! ). Pendidikan
adalah pilihan buat mereka. Maka ada empat jenis manusia dalam menyikapi
terhadap masa depan ( pendidikan / uang ). Antara lain :

  1. Menuntut
         Ilmu itu tidak penting dan cari uang itu tidak perlu.

Inilah jenus manusia yang paling sial di dunia. Dia
tipe manusia yang bodoh dan tidak tahu diri. Makhluk yang akan menjadi parasit
dengan sesamanya , lebih merugikan daripada tumbuhan benalu sekalipun. Karena
benalu kadang-kadang indah untuk dipandang sedangkan tipe manusia ini sama
sekali tidak enak dipandang dan apalagi diajak berjalan beriringan seperti
seorang anak muda yang menggandeng sang kekasihnya.

Manusia yag sangat tidak tahu diri karena merasa
sombong dengan kekayaan orang tuanya. Seakan-akan kekayaan orang tuanya mampu
menopang dia dan tujuh turunannnya tanpa bekerja. Atau, jika dia termasuk
golongan papa maka lebih tidak tahu diri lagi. Seakan-akan makanan, kebutuhan
dan kesenangan dunia akan turun dari langit sperti turunnya hujan
ditengah-tengah teriknya matahari. Dia menjadi seorang utopis akut yang bermimpi di siang bolong memenangkan lotere
senilai milyaran dolar.

  1. Menuntut
         Ilmu itu tidak penting yang penting cari duit

Manusia jenis
ini biasanya pragmatis sekali. Mereka tidak menyukai hal berbau basa-basi atau to
the point
dan benci yang bertele-tele. Ini terjadi mungkin karena merasa
tidak mau mikir lagi seperti di sekolah lagi atau kondisi keuangan .Pola pikir
ini dibentuk karena berbagai faktor seperti keluarga, lingkungan masyarakat,
buku bacaan dan obsesi. (Inget, waktu kita masih kecil suka punya cita-cita dan
seiring bertambah usia maka kata “cita-cita” terasa kanak-kanak dan berevolusi
menjadi OBSESI.).
Inget nggak kalau kita “ sering
berargumentasi kalau BILL GATES aja nggak selesai kuliah saja bias sukses
berarti kita tidak harus sekolah untuk sukses”. Argumen bisa saja benar tetapi sekaligus
menyesatkan. Karena BILL GATES itu berhenti sekolah namun tidak pernah berhenti
belajar.

BIIL GATES memutuskan keluar dari
Universitas karena dia merasa tidak akan mencapai obsesinya jika tetap kuliah.
Tujuannya adalah menjadi pengusaha industri software di usia 24 tahun jika
tetap kuliah. Padahal usia sudah menginjak awal 20 tahun. BILL GATES sudah
merintis usahanya di masa remajanya. Saat teman-teman masih bermain-main , dia
sudah memikirkan bagaimana membuat imperium bisnis yang dimilikinya. Sekolah
sudah tidak mampu lagi menampung hasrat dan kecerdasannya. Dia setelah “Drop
Out”, BILL GATES terus bergerak untuk mewujudkan keinginannya sampai dengan
usia 32 tahun menjadi orang terkaya termuda di dunia. Ini yang disebut OBSESI
KESAMPAIAN
. Orang tipe seperti ini  sudah Extra
Ordinary
. Sekolah sudah terasa

padang

yang gersang bagi Tipe manusia ini. Jadinya…!!!!
tidak puas belajar di sekolah. Mending nggak sekolah tapi belajar sendiri lebih
memuaskan. Ini aku sebut “Manusia Tipe 2-A” ( Excellent)’

Manusia Tipe
2-A adalah manusia yang memahami sekolah mempunyai makna yang luas tidak
dibatasi oleh sekat-sekat ruangan, buku pelajaran dan serangkaian kurikulum.
Manusia jenis ini akan belajar dimana saja, kapan saja dan dari mana saja sumbernya.
Dia akan belajar dari orang lain, alam, buku atau gejala alam. Manusia tipe ini
biasa akan menjadi seorang pembelajar sejati yang akan selalu akan belajar
sampai mati ( Long Lasting Education )
tetapi tidak mau terikat dengan sebuah lembaga / aturan formal. Agak Liar kalau
bahasa kampungnya.  

Lha, kalo kita tidak sekolah alasannya apa? Sudah
nggak kuat lagi sekolah, bosen ingin santai atau malas. Ini jenis “Manusia
Tipe 1-F
” . Manusia Tipe 1-F masih lumayan karena masih mempunyai
semangat mencari rezeki. Dia adalah tipe manusia yang lebih menyukai kaya
daripada pintar. Biasanya mereka yang bertipe hidupnya kaya tetapi terbatas.
Keterbatasannya yaitu usaha bisnisnya tidak berkembang karena tidak mempunyai
pengetahuan yang lebih luas dan cukup puas atas kekayaan yang dimilikinya. Rasa
puas karena dia merasa sudah lebih kaya dan mapan daripada pegawai-pegawai
kecil, tuan-tuan besar di perusahaan atau sang pamong praja yang hidup sebagai
priyayi dengan menenteng gelar panjang.
Mereka hidup dalam lingkaran kemisikinan bahkan ada yang dibawahnya.  

  1. Menuntut Ilmu itu penting dan dapat
         seiring dengan cari uang

Kita mungkin sering
mendengarkan tentang sekolah terbuka, SMP Terbuka atau SMA terbuka.
Sekolah ini
dibuka di siang hari dan berakhir di malam hari. Sekolah ini diisi oleh siswa
yang mempunyai kesibukan di pagi harinya sehingga harus sekolah di siang hari. Kesibukan
mereka bukan demonstrasi, nongkrong di mall atau sekedar neg-gossip seperti
ibu-ibu di kampung. Mereka adalah para pahlawan keluarga, penyambung hidup dan
tulang punggung keluarga atau minimal buat diri sendiri. Mereka adalah para
pelajar yang harus bekerja mencari rezeki dari Allah Swt dengan cucuran
keringat  selain aktivitas belajar di sekolah.

Beberapa Universitas
mempunyai program ekstensi di fakultas-fakultas tertentu, misal : Hukum,
Ekonomi, Fisip dsb. Program ini mengadakan kelas perkuliahan di sore sampai
dengan malam hari. Mahasiswanya didominasi oleh para pegawai negeri maupun
swasta yang ingin meningkatkan derajat pendidikannya sehingga diharapkan
memberi pengaruh terhadap peningkatan karier di kantornya. Wirausaha muda yang
ingin meningkat pengetahuan tentang usaha yang sedang dijalankannya atau
meningkat nilai dari dirinya sendiri juga antusias mengikuti sekolah ekstensi. Lulusan SMU yang dipaksa
orang tuanya yang kaya raya untuk melanjutkan studinya padahal pikirannya hanya
nongkrong, pacaran atau begadang dengan teman-temannya juga ikut menyemarakkan
sekolah ini.

Segala kemudahan telah
disediakan sehingga tidak alasan lagi untuk kita untuk tidak melanjutkan studi.
Jangan sampai lahir kembali “Lintang” yang harus menggantungkan OBSESI-nya
karena alasan ekonomi. “Lintang” telah menjadi mercu suar bagi LASKAR PELANGI dan
selalu memberi penerangan serta jalan keluar. Lintang yang menjadi
anomali bagi teori kemiskinan yang berbunyi “Kemiskinan berbanding lurus dengan kebodohan ”?????? ( Ini Kutipan
dari ANDREA HIRATA dengan perubahan seperlunya) . Sayang sekali, Lintang harus
pasrah terhadap putaran takdir setelah ayahnya meninggal maka dia wajib
mengganti posisi ayahnya mencari makan untuk empat belas saudaranya, dua orang
tua renta dan dua orang pemuda tak berdaya. Sungguh ironi di negeri yang konon
kaya raya .Negeri yang kaya tetapi anehnya hanya memakmurkan segelintir manusia
yang tak punya moral dan belas kasihan . “Ayam
Mati di Lumbung Padi”
.
Ini adalah “Ironi Tak Termaafkan” bahkan oleh tujuh turunan sekalipun. ( Maaf …!!
Aku terbawa emosi ). Lintang adalah tokoh yang hadir di Novel LASKAR PELANGI
yang ditulis ANDREA HIRATA. Novel yang diangkat dari kisah nyata tentang sekumpulan
anak manusia yang berani bermimpi ditengah kesulitan hidup yang seakan-akan tak
berujung pangkal. Tokoh Lintang ini adalah tokoh nyata bukan rekaan dari sang
penulis maka aku sebut itu
“IRONI TAK TERMAAFKAN”.

Segala Instrumen
pendidikan sudah terhampar luas di hadapan kita. Tak ada alasan bagi kita
menghindari. Akan Tetapi, jangan sampai dikotori ulah para opportunis sialan yang
mengambil kesempatan untuk kepentingan pribadi sendiri. Opportunis yang
menyamakan pendidikan dengan transaksi jual beli sapi, kambing atau ayam,
“Bayar Uang Dapat Gelar”.

Pendidikan dan Bekerja
dapat berjalan beriringan. Imam Abu Hanifah seorang Imam Madzhab bahkan seorang
pedagang pula. Beliau sukses dalam dunia perdagangan namun juga berhasil
berijtihad dalam berbagai masalah Dienul Islam. Manusia Tipe 2-A juga
termasuk golongan ini. Anggotanya adalah para pengusaha besar yang tak kenal
lelah belajar meskipun sudah cukup materi. Pengusaha dalam tingkatan nasional
semisal : Purdi E Chandra ( Pemilik Grup Primagama ), Sukanto Tanoto ( Pemilik
Grup Garuda mas).dsb

  1. Menuntut Ilmu penting sekali dengan
         totalitas

Tipe manusia sangat
langka dan full dedicated. Prinsip manusia tipe ini adalah : Life for
Study and Research
. Mereka dengan sukarela meninggalkan segala sesuatu
termasuk kesenangan dunia, harta, kehormatan bahkan keluarga, untuk menuntut
ilmu. Para Mujtahid Islam rela melakukan perjalanan panjang untuk mempelajari
sebuah Ilmu bahkan perjalanan itu menempuh ribuan kilometer menghabiskan waktu
sangat panjang. Mereka diantaranya adalah : Imam Bukhori, Imam Syafi’i, Ibnu
Qoyyim Al-Jauzy, Imam An-nawawi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Imam Syafii
diriwayatkan bahwa Beliau lahir di Gaza kemudian pindah ke Mekkah bersama sang
Ibunda. Beliau menuntut ilmu disana kemudian pindah ke Madinah untuk berguru
kepada Imam Malik ( pendiri Madzhab Maliki ) seterusnya pindah ke Irak dan
seterusnya. Beliau belajar dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa henti.

Semangat menuntut ilmu
ini melebihi semangat para filosof Yunani dalam memecahkan berbagai masalah.
Para Ulama diatas mempunyai kualifikasi yang tinggi dalam keilmuannya karena
totalitas dalam belajar. Kitab Shahih Bukhari masih menjadi rujukan sampai saat
ini. Tidak ada yang mampu menandingi otentisitas kitab ini sampai saat ini
bahkan diakui oleh para cendekiawan barat sampai saat ini.

Bukhari-Muslim adalah icon
ulama’ yang mempunyai totalitas belajar. Totalitas ini yang membawa
kesuksesan beliau. Sampai sekrang bel;umada tandingannya. Para Orientalis
sekalipun sangat mengakui kehebatan beliau.

 

Akhirnya, Kita sebagai
manusia akan memilih yang akan menjadi pilihan kita. Sehingga seorang suami ternyata
harus mengatakan kepada istrinya dengan lembut :
DIK…!! IZINKAN AKU MENGARUNGI SAMUDERA ILMU , BOLEH YA..???”. Karena samudera
ilmu sangat luas sehingga membutuhkan pengorbanan yang sangat besar jika kita
benar-benar ingin mengarunginya karena sangat luasnya. Kecuali…, kita belajar
untuk hanya sekedar tuntutan kantor, sertifikasi , renumerasi atau segala
sesuatu yang membutuhkan formalitas belaka. Yah….!! kita tidak dapat apa-apa.
Kita diakui bukan karena sekolah kita, asal kita, silsilah keluarga kita. Kita
diakui karena kemampuan yang kita miliki. Karena itulah kejayaan akan langgeng.

Decision on
Your Hand. What you think is What You’ll be. 

 

Wallahu
a’lam bi Showwab

 

 

June 9th, 2008 by ablehvansolo

LET ROSES GROOM

 

 Beberapa
bulan yang lalu, aku menghadiri resepsi pernikahan kakak sepupuku di Sleman

Yogyakarta

. Dia itu orangnya pinter, cantik, baik hati.
Kakakku itu usianya masih di bawah 25 tahun. Hebatnya, dia sudah lulus dari dua
perguruan tinggi terkemuka di

Yogyakarta

yaitu
UII dan UGM , hebat ya!!. Lulus dari UII diwisuda sebagai Sarjana Ekonomi dari
Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi yang kelas Internasional sedangkan UGM
diwisuda sebagai SKg ( Sarjana Kedokteran Gigi ). Aku membayangkan kakakku
besok akan menjadi wanita modern dan tangguh yang bercita-cita untuk menaklukan
dunia dan membuktikan dirinya sendiri kepada semua orang jika wanita juga
kompetitif ditengah-tengah hegemoni pria dan budaya patriarki yang memuakkan (
maaf pinjam istilah kaum feminis). Aku mempunyai pikiran seperti itu karena
beberapa sahabat wanitaku juga begitu walaupun akhirnya menikah juga . Sebut
saja namanya Niken, Niken itu kuliah di Teknik Elektro UGM ,aktif organisasi, suka
ngeblog dan banyak teman / relasi. Setelah lulus dia diterima di perusahan
telekomunikasi asing terkemuka yang ada di Jakarta.dan aktif di PII. Dia tidak
lama lagi akan menikah tetapi setelah beberapa tahapan di kehidupanya telah dia
lalui. Hidupnya seperti telah telah dirancang sangat rapi beserta lengkap
rencana cadangan jika mengalami masalah. Aku pikir dia sangat berpotensi
sukses. Aku sudah tak sabar melihat sepuluh tahun lagi Ima udah menjadi apa
ya?? Manager, Direktur, Ahli Komunikasi . Aku yakin dia mampu.

 Sedangkan
kakakku, Dia sangat memiliki segudang potensi karena mempunyai yang lebih dari
temenku Ilma. Dia telah lulus dari FE UII kelas Internasional. Nilai TOEFL-nya
500 dan IP-nya tinggi diatas 3,0. Dia mempunyai otak sangat encer terbukti dia
sudah menyelesaikan studinya yang lain di FKG UGM dan tinggal co-ass.
Finally
, She’s married in the young age around 24.
Unbelievable
, Dia mempunyai segudang prestasi tetapi melabuhkan pilihan
hidupnya di usia muda. Pikiranku yang sekuler mengatakan “rugi banget lu, masa
depan di depan mata kenapa lu berhenti ?”. Mungkin masih bisa berkilah, “khan
nikah nggak mengahalangi kita berprestasi”. Time will prove it. Aku tak
habis pikir karena dia menikah ketika masih menjalani pendidikan profesinya (co-ass)
bahkan dia belum bekerja sama sekali atau melaksanakan rencananya kecuali
menikah. Maksudku mencari uang atau semisal itu.

 Kuakui
selama ini pikiranku terlalu pragmatis. Aku seorang lelaki yang berhasrat
membuktikan kelelakianku. Hasrat berkuasa terhadap segala sesuatu termasuk
kepada pasangan hidupku. Namun kupikir itu penting juga karena terminologi
lelaki dalam AL-QUR’AN adalah Ar-Rijalu Qowwamuna ‘

Ala

Nissa. Sehingga syah saja jika aku
menyiapkan segala bekal sebelum
berlayar. Aku tak ingin kapalku goyang karena ombak. Aku ingin kapalku sebesar
kapal induk USS MISSOURI yang ada di film UNDER SIEGE 1 lengkap dengan senjata,
radar dan rudal. Kapalku jika terkena ombak tidak bergoyang sama sekali karena
kapalku besar sekali. Meskipun…! Itu tidak absolute seperti itu.

 Pak
dokterku ( dr Yusuf Alam Romadhon) pernah bilang otak pria itu penuh pikiran
kotor. Maksudnya otak pria ityu dipenuhi dengan seks . Lelaki itu suka
petualangan. Semakin banyak wanita yang emnajdi korbannya maka semakin diakui
kemampuannya. Dulu, teman SMA pernah punya pacar 5 cewek sekaligus. Aku tak
tahu gimana mengaturnya. Yang jelas, He is a good manager
(hehehehe……….). Sepupukun pernah “pendekatan” dengan wanita karena tak ada
kepastian akhirnya bubar. Aku sendiri pernah mencoba mendfekati seorang wanita
karena tak ada “kepastian” maka ya bubar sebelum melangkah apapun. Kata temenku
begini: “Tembak aja langsung, urusan lain belakangan”. Kayaknya itu bener but
irresponsible. Karena terlalu perhitungan itu juga semua juga lepas.
Jika kita jalan-jalan maka sering kita melihat pemandangan ganjil. Lelakinya
pas-pasan tetapi teman wanitanya OK!!!. Gila, Mantera pa yang mereka gunakan
sehingga sang wanita takluk. Mantera itu adalah sebuah janji. Janji tanpa ada
garansi. Janji yag hanya berupa kata “I Love You”.

 Wanita itu otaknya dipenuhi dengan kebutuhan
akan komitmen. Jadi, Wanita itu ingin menikah memang menginginkan sebuah
komtmen. Ini cukup menjawab pertanyaanku selama ini mengapa mereka ingin segera
menikah. Kalau begityu AL-QUR’AN benar ya? Lelaki itu kadang-kadang tidak cukup
satu wanita saja hahahahaha…….!!!!!!. Btw, Murid les privatku pernah mengatakan
begini : Mas! Wanita itu  tahu kalau
lelaki itu sedang meng-gombal. Tapi mereka paling suka digombalin. Mungkin, Bualan itu dianggap sebuah
manifestasi dari rasa sayang, tanggung jawab dan komitmen si lelaki. Ini
mungkin sudah terpatri di dalam alam bawah sadar wanita ( Pinjem lagi deh dari
SIGMUND FREUD) . Wanita tak tahan jika ada lelaki yang mengatakan ” Kau Cantik
Hari Ini!!!”. Namun aku tak percaya tak semua wanita seperti itu. Wanita lebih
menyukai kepastian daripada hanya sekedar senang-senang. Women need for
Commitment.
Menikah atau Tidak Sama Sekali!!! ( Wuih Ngeri Sekali…).  Wanita lebih sederhana kata kakakku. Usia 25
Tahun menikah. Karena usia itu sangat produktif untuk hamil.

Finnally, LET
ROSES GROOM itu kata mas Dodik.
Aku masih bingung dengan pernyataannya itu.
Karena jika di”gojeki” temennya pasti menjawabnya seperti itu. Mungkin
aku yang terlalu lugu jadi masih o’on dengan itu. Mungkin!!! Biarkan itu
terjadi apa adanya . Allah Swt will unity us. Let girls grows a
pretty woman. So, Someday There will be a Prince riding a white horse propose her be his couple.
Then, They live happy ever after.

Yeah…!!! Kayak Cinderella aja. Tetapi wanita sekarang lebih suka yang ini Let
girls grows a pretty woman. So, Someday There will be a Young Bussineman
riding a white mercedes propose her be
his couple. Then, They live in a penthouse provided by helicopter on their
helipad.
Pilih mana ?? Wong nggak ada yang nawarin khan Cuma ngimpi
hhehehehe….!

Wallahu a’lam bi showwab 

 

  

    

 

UMMU SULAIM

April 3rd, 2008 by ablehvansolo

UMMU
SULAIM-KU………

 

Assalamu ‘alaikum waromatullahi
wabarokatuhu

 Aku iseng-iseng pergi ke kafe di
bilangan jalan bhayangkara Solo untuk santai sejenak dan mencari suasana yang lain. Kegiatan ini sudah kumulai
sejak aku sibuk mengerjakan Tugas Akhir di Teknik Kimia UNS. Kegiatanku itu berawal
sekedar mencari suasana berbeda di sela-sela mengerjakn TA yang spartan
dan melelahkan.  Sewaktu selesai ujian
pendadaran, aku mampir dahulu ke kafe itu untuk merayakan “kesuksesan-ku” lolos
dari lubang jarum yang bernama kuliah dan diakhiri dengan pendadaran..Kadang-kadang
 kita harus merayakan kesuksesan diri
sendiri untuk menjaga stamina agar tetap maju dan bertahan dari segala
rintangan. But, jangan dibayangkan kafe itu seperti kafe yang ada di hotel
berbintang atau HAILAI CLUB yang ada dikotaku tercinta ini . Kafe itu
berukuran kecil tetapi anggun dan eksotik , boleh disebut juga kafe itu adalah
warung kopi dengan fasilitas seperti kafe. Jangan salah, Imam Hasan Al-Bana
konon juga mengawali perjuangan Islam dari kedai kopi sampai Ikhwanul
Muslimin
disegani sebagai gerakan Islam modern dan progresif di Mesir
bahkan di seluruh dunia sampai sekarang.

 Aku pesan Cappucino Coffe dan
ditemani dengan sebuah buku karangan DR. Aidh Al Qorni. Pola nongkrongku memang
agak lain . Aku mencoba hanya berkonsentrasi ke buku dan kopi-ku agar tetap
bermanfaat dan tidak macam-macam. Aku hanya tertarik kepada kopi ,buku dan
atmosfer-nya. Buku itu berjudul “MENJADI WANITA YANG PALING BAHAGIA.  Buku itu cukup lengkap terdiri beberapa topik
pembahasan. Bab yang kuminati dari buku itu adalah mengenai Ummu Sulaim . Istri
dari sahabat Nabi yaitu Abu Tholhah. Cerita mengenai ketaatan, kejujuran dan
kesetiaan. Cerita Ummu Sulaim terpisah dalam beberapa bab yang menggambarkan keimanan,
kesetiaan dan pengorbanan UMMU SULAIM.

 Ummu Sulaim adalah wanita muslimah
yang memeluk Islam masa awal-awal Islam di Mekkah. Beliau dilamar oleh Abu
Tholhah yang masih musyrik. Ummu Sulaim menolak karena Abu Tholhah masih
musyrik. Ummu Sulaim berkata”Engkau tak pantas karena lelaki musyrik tak pantas menjadi suamiku”. Abu Tholhah berujar “
Apa yang engkau mau, yang kuning ( emas ) atau yang putih ( perak) tentu akan
kubelikan?” . “Aku tidak membutuhkan itu semua”,jawab Ummu Sulaim. Abu Tholhah
bertanya,”apa yang kau mau?”. “Aku hanya bersedia menikah jika menjadi engkau
muslim “,jawab Ummu Sulaim. “Bagaimana aku menjadi muslim” tanya Abu Tholhah.
Ummu Sulaim menjawab” Pergilah ke Muhammad dan nyatakanlah keIslamanmu
kepadanya”. Singkat cerita Abu Tholhah menjadi muslim dan menjadi sahabat
Rosululloh yang setia mendukung Islam dan Rosululloh. Ummu Sulaim akhirnya menjadi istri Abu Tholhah dan mereka
berdua juga berjuang di jalan Allah SWT. Ummu Sulaim telah mampu membuktikan
cintanya kepada Allah SWT dan Rosululloh SAW melebihi dari segala sesuatu.

 Cerita kedua terjadi ketika Abu
Tholhah sudah menjadi pasangan suami istri dan telah memiliki anak laki-laki.
Putra Abu Tholhah menderita sakit saat itu dan Abu Tholhah harus melakukan
perjalanan sehinnga tidak dapat menjaga anaknya. Akhirnya, anak Abu Tholhah
meninggal dunia pada saat Abu Tholhah belum kembali dari perjalanan. Abu
Tholhah tiba di rumah dan anaknya sudah dikuburkan. Istri Abu Tholhah menyambut
Abu Tholhah dan mengajak makan malam. Abu Tholhah bertanya mengenai tentang
anaknya “ Apakah dia baik-baik saja?”. Istrinya menajwab bahwa dia dalam
keadaan tentang. Abu Tholhah merasa tenang sehingga keduanya melakukan hubungan
badan di malam hari tu. Pagi Harinya, Istrinya memberitahukan mengenai keadaan
anaknya kepada Abu Tholhah. Abu Tholhah terkeut dan kemudian mengadukan hal
tersebut kepada Rosululloh SAW tentang hal tersebut. Rosululloh SAW bertanya”
Apakah engkau bersenggama dengan istrimu tadi malam?”. Abu Tholhah menjawab
bahwa hal itu benar adanya. Rosululloh SAW mendoakannya dan memberitahu Abu
Tholhah jika dia akan mendapat anak lelaki. Anak itu diberi nama Abdullah.
Ketika anak itu telah lahior kemudian dibawanya ke hadapan Rosululloh SAW.
Rosululloh SAW mendoakan anak tersebut dan kemudian mengunyah kurma dan
mengusapkan ke mulut anak tersebut. Istri Abu Tholhah itu tidak lain adalah
Ummu Sulaim.

  Kedua cerita meskipun agak tidak nyambung
mempunyai benang merah yaitu UMMU SULAIM. Standar pilihan hidup kita bukanlah sesuatu yang bernilai duniawi (
kekayaan, kesempurnaan fisik atau popularitas ). Manusia modern mengkur
kehidupan dari kacamata duniawi. Segala sesuatu diukur secara materi, untung
rugi dan populis. Kita membantu orang lain, mencari jodoh, mencinati membenci
seseorang hanya kita hitung dari kacamata untung rugi. Abraham Maslow bahakan menempatkan aktualisasi diri
sebagai puncak kebutuhan manusia. Jika kita mampu menempatkan ke-ridho-an Allah
SWT sebagai tujuan kita maka kita telah melampaui tongkatan kebutuhan manusia
yang disusun Abraham Maslow karena ridlo Allah SWT melebihi aktualisasi diri
yang hanya berdimensi duniawi. Ummu Sulaim telah melebihi tingkatan kebutuhan
tertinggi manusia karena telah menempatkan Allah SWT yang besifat ukhrowi dari
segala sesuatu. Pertanyaannya “Dimana tingkatan kebutuhan kita ? Masih sekedar
memenuhi kebutuhan dasar atau sudah melewati kebutuhan tertinggi manusia?”.
Ummu Sulaim dalam menjalani kehidupan runah tangga bertujuan mencari ridlo
Allah SWT karena Ummu Sulaim meyakini
segala sesuatu datng dan pergi dalam kehidupan manusia. Keikhlasan ini yang
mendatangkan barokah dan kebaikan dalam kehidupannnya serta ketaatan yang
bersumber dari keikhlasan . Keikhlasan ini yang membuat hidupnya menajdi lebih
tentram, damai di dunia dan menyelamatkan di Akherat kelak.

Wallahu A’lam
bi Showwab

Rumahkoe
Surgakoe

Surakarta

,

3 April 2008

 pukul 23: 04 WIB